monyet saja tidak seperti manusia

naluri dari seorang ibu adalah selalu menjaga keselamatan anaknya. tak perduli jika ia harus mengorbankan nyawanya sekalipun. ibu adalah sosok yg sangat penting dalam kehidupan seorang anak semasa hidupnya. tanpa ibu apalah jadinya. seorang ibu rela tidak makan, tidur, istirahat hanya demi keselamatan anaknya. maka, pikirkan apa saja yg telah kita perbuat dan lakukan demi ibu kita ini. seberapa sering kita membantah perkataannya, melawan, membentak, memarahi, membohongi, bahkan sampai menyakiti. pikir lagi baik2 sudah seberapa banyakkah kita membahagiakannya, membuatnya bangga, menjadikannya pelita dalam segenap sanubari kita…………….ingatkah kita pada setiap detiknya dalam hidup ini.

seorang ibu akan selalu teringat akan anaknya sejauh manapun anak itu berada, bahkan akan selalu terlintas dalam benaknya “sudah makan belum ya anakku, makan apa dia sekarang, bagaimana kalau sakit”. sebaliknya; apakah kita ingat ibu sudah makan apa belum???

ini adalah kisah nyata dan contoh yg sangat membelalakkan mata bagaimana naluri keibuan yg dapat meruntuhkan semua logika. seekor monyet pun nalurinya sama dengan manusia. lihat saja kalau tidak percaya.

-

-

-

-

terkutuklah engkau yg menyia-nyiakan ibumu semasa hidupnya

8 kebohongan ibu

*mungkin dah pada pernah baca, tapi karena ane suka banget, ane copas saja dari salah satu situs*

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : J”angan menangis anakku,Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

and pain become cozy…

know that…
i…i, dinged pain became cozy…
why..why, when my pulse cann’t detain pain anymore…
..
and then…all..all, all scrap only cozy..

Lagu Kesepian

Terasa kosong…
berjalan dan kosong…
malam dan sepi…
nurani dan mati…
…………………………………..
lukisanku kosong…
kuas dan kosong….
teman nan pembohong…
semua cinta pembohong…
…………………………………..
tergores dan jatuh…
terkikis dan jatuh…
luka dan semakin merapuh…
akan kasih melapuk…
………………………………….
cerita dan kosong…
rasa sakit dan kosong…
freedert dan bohong…
freedert dan bohong…
………………………………….
dan calistique kedua…
matilah diriku…
dalam sepi…
dalam bohong…
dalam kosong…

Freezing

when torch led to extinct..
and mist becomes clear..
any solace make tranquil room..
waiting for you..
freedert..
ice of frost…
ice of dark…
ice of pain…
ice of heart…
ice of forsaken limb..
ice of forbidden dumb..

Forbidden Autumn

This year..
The forbidden autumn more and more closer..
This year..
The forsaken love became true..
This year..
The pain of forfeit became immortal..
This year..

Crying Moment

I have passed this heavy year..
I am scared..
This heart full of pain sensation..
I feel too weak to everyone..
I have never seen myself crying like this before..
I wake in vain..
Hope the passed back to me again..
I thought mirror lying over me..
But seems the passed cann’t be present here..
My time was wasting unavailing..
Too many promise, too many flinch..
So..let me..clinch this..forever..!!?!?

Project Zero

it’s zero..
my project..
it’s hero..
my freedert..
it’s zero..
my dream..
it’s hero..
in my arm..
it’s zero..
when nothin’ become hero..
it’s hero..
when nothin’ become nothin’..

Orange Day…

From a moment that we’ve promised..
Since we’re child until we’ll died..
Smilin’ heart in happiness into bad..
Still lurkin’ in shadow day..
Still here waitin’ you for the day..
When the orange day..
Though you’re never come..
I’ll faith keep my sacrifice..
Though it gonna pain and be hate..
Please come to my orange day..
Fulfill your will with our may..
So i can open the heart key..
Always trust me until the time..
Still lurkin’ in sahadow day..
Still here waitin’ you for the day..
When the orange day..
The orange day..
Orange day..
“Orange Pain”
=========================================
awag sungguh tak percaya nie puisi awag..
ntah dapet darimana coret2an ini…
when i confused..the other me comes..

when nobody trust me!!

just let it go!!
cuz i always keep it!! inside my heart!!
though i ignore it!! believe me, i don’t like have friends,….
too many reason so i hurt them!!!
when THE FATE OF WILL fated me being individualism!!
Trust me that u won’t trusted me!!
It’s enough for me, cuz when u see me (like passed by), that’s more than enough…i love u all in my hatred!!

Next entries » · « Previous entries