Tuhan bilang kau mencintaiku, tapi kenapa kau tinggalkan aku sendiri
Jangkan katakan kau membenciku, karna banyaknya tingkahku yang menyusahkanmu
Kau bilang kau mencintaiku, tapi biarkan Tuhan biarkan aku sedih sendiri
Jangan katakan Tuhan membenciku, karna sikapku yang acuh pada aturanMu
Kenapa harus kukatakan aku mencintaimu, ada saatnya kau harus sendiri
Jangan katakan kau tergantung padaku, karna kumanjakan dirimu selalu
Kenapa kau bilang Tuhan membencimu, ada saatnya coba harus teruji
Jangan kau bilang kau rindu padaku, karna telah putus kasih sayangku untukmu
Kenapa begitu, mengapa tak kau biarkan aku terlebih dahulu
Kenapa dirimu, mengapa Tuhan tak cabut saja nyawaku
Kenapa ini jadi takdirku, mengapa Tuhan tak berikan pada yang lainnya
Kenapa aku ini terasa sangat pilu, mengapa Tuhan tak berikan bahagia
Pantaskah hamba mengatur, sedangkan majikan menyapu
Pantaskah kehendak menjadi dua, sedangkan titah sang raja sungguh kelabu
Pantaskah takdir hendak dielak, sedangkan nyawa punya waktu
Pantaskah pelangi satu warna, sedangkan keindahan punya rahasia semu
Hendak kuterbang lagi, tapi apalah daya sayap yang patah sebelah
Ingin rasaku meloncat digenangan air hujan, tapi apalah daya anak kucing yang berdarah
Hendak kubalas cintamu, tapi apalah kuasa hati yang telah retak
Inginku berjumpa, tapi rindu pada yang telah pergi sungguh sakit teramat perih