Archive for Teori Sendiri

Masa ( - Negative)

Masa kecil : - Gila mainan
- Gila kasih sayang (manja)
Masa Remaja : - Gila cinta (Pacaran)
- Gila nyamber arus utama
- Gila masa depan
- Gila masalah
Masa Dewasa : - Gila wanita
- Gila harta
- Gila kedudukan
Masa Tua : - Gila keturunan
- Masih aja gila harta
- Gila menunggu mati
- Gila!!!

Kebencian Sebagai Jalan Hidup

Kecantikan bukanlah segalanya,

Tapi Cinta juga tidak bisa menguasai semuanya,
Kebencianlah!!
Kebencianlah yang membuatku menghargai kebahagiaan,
Kebencianlah yang mengajarkanku tentang persahabatan,
Kebencian jugalah yang mengajarkan betapa sulitnya hidup,
dan Kebencian yang akhirnya mengajariku akan Cinta!!
Benci Cinta menjadi warna abadi.
Karna itu bencilah apa yang bisa kita benci hingga esok seakan selamanya,
dan cintailah segalanya seakan esok tiada lagi cinta!!
Fulfill Your Life Hatred!!
*Frozen Theory*

Love is A Game, but Game not A Love 1.1 (First Patch)

Jenis ke4:

4. MMORPG : Online Love!! Just It!!


Love is A Game, but Game not A Love 1.1


Love mempunyai banyak sekali jenis, yakni:
1. RTS (Real Time Strategy) : biasanya digunakan oleh para playboy or playgirl.
2. RPG (Role Playing Game) : Cinta jarak jauh memang butuh banyak peraturan.
3. FPS (First Person Shooter) : Love yang biasanya didominasi satubelah pihak.
4. Simulation : Just for fun, (tiap orang punya pengertian sendiri tentang satu ini)

Sedikit membahas tentang cheat, gameshark code, walkthrough..
Umumnya love with cheat tidaklah baik, more faster indeed, but makes you fool too. Para pemula banyak menggunakan cara ini (baca: MC=mak comblang). Gameshark code, sama bodohnya, bedanya terlalu eksploit dalam dirinya, it’s not funny anymore. Walkthrough?? Hah?? Bagaimana mungkin?? Kecuali memang sudah gamer rencanakan sebelumnya.

Sistem permainan:
1. Single Player (Campaign) : Mengeksplorasi makna Love sebenarnya. Dalam waktu lama, terkadang dimulai dari tutorial sederhana. Sampai akhirnya menjadi Master of Love. Penulis lebih suka menyebutnya Art of Love.
2. Single Player (Free Game/Skirmish) : Memang gamers punya Love and Gamenya, tetapi sebenarnya tetap Single, dalam arti play-boy/girl. Lebih menantang. Dalam system ini lebih banyak kematian menghadang, ketimbang Single Player (Campaign) yang kalo mati bias hidup lagi.
3. Multiplayer : Banyak dihuni oleh pro gamers atau beginner yang pengen cepet ahli (biasanya minta saran dari yang udah pro)

Level:
1. Easy/ Beginner/ Amateur : Untuk pemula, fasilitas tidak lengkap, kurang memuaskan, sedikit rintangan, peluang hidup lebih banyak, pasti menang karna “lawan” pasti bego setengah mati.
2. Normal/ Rookie/ Semi Pro : Pemula – Menengah. Cobaan lebih banyak, fasilitas mulai memadai, terkadang berhadapan situasi yang sangat sulit, peluang kalah-menang 50% -50%, tergantung pengalaman. “Lawan” memiliki AI yang normal sehingga menuntut untuk lebih baik.
3. Hard/ Master/ Nightmare : Menengah – Atas. “Lawan” mempunyai AI yang tinggi (sudah pasti pernah kalah berkali-kali). Peluang menang sedikit, terkadang dalam system campaign membutuhkan cheat buat menang. Cobaan datang bertubi-tubi, tetapi inilah yang fantastis!!
Gamer yang menang level 1 pasti pengen nyoba level 2 atau seterusnya. Namun ada pilihan lain. Bermain di level 1, tersendat, langsung males mainnya. Tips: Butuh pandangan dari sisi lain untuk memenangkan pertarungan. “For Gamers Only”


Love Is A game, but Game not A Love

Di dalam suatu permainan, jika misi tidak selesai maka permainan akan berakhir (game over). Apakah gamers akan menyerah? Pindah ke game lain? Pastinya seorang gamers sejati tidak akan pernah meninggalkan suatu misi yang belum terselesaikan dari sebuah game, ya khan?
Karena “Love is a game” ,ketika misi tuk mendapatkan hatinya berakhir (game over). tentunya lovers juga tidak akan menyerah khan? Atau pindah ke hati yang lain?
Sama seperti game yang ingin kita selesaikan, terkadang seseorang yang ingin kita dapatkan hatinya memiliki tingkatan2 sebagai berikut :
1. Very Easy
2. Easy
3. Normal
4. Hard
5. Very hard
6. Nightmare
Jika seseorang yang ingin kita dapatkan hatinya berada di level 1-3, mungkin akan terasa sangat mudah, tapi lain halnya dengan Nightmare, it’s amazing… di dalam mendapatkan hatinya penuh tantangan, memerlukan waktu yang cukup lama, penuh luka di hati, air mata dan keringat menyelimuti diri, he..he.. namun jika akhirnya kita berhasil melewati itu smua dan mendapatkannya, mungkin itu suatu kepuasan yang tak ternilai harganya di dalam hidup kita. Namun jika tidak berhasil, jangan pernah berhenti untuk mencobanya, tapi Cuma 1 hal yang harus dipatuhi jangan pernah gunakan cheat.
Begitu juga sistem permainannya, ada single, dual, atau bahkan multiplayer, dimana tujuan masing2 mengalahkan satu sama lain.
Give me some comment friends, ok?

Cita-cita

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama[orang yang berilmu]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Fathir: 28)
“Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.” (Umar bin Abdul Aziz)

Maka udah fro putuskan sebelum fro lahir: Fro ingin menjadi, menuntut, mencintai, Ulama!! Fro ingin mempelajari semua ilmu yang bisa mendekatkan fro pada cinta-Nya, en biar mama bangga!! Amin!!

Harapan I

Fro ngutip comment orang (F: Maaf):

Apabila temanmu berubah dan bertukar keadaannya,
Jangan engkau tinggalkan dia karena sekali dia membengkok dan sesekali dia melurus.
Manusia tidak terhindar dari kesilafan.
Bersendirian lebih baik daripada mengambil teman duduk dengan orang jahat.
Dan duduk berteman adalah lebih baik daripada duduk bersendirian.
Dosa yang paling keji terhadap kawan kawan bukanlah karena membenci
mereka tetapi karena kita bermuka-muka dengan mereka.
Tidak ada orang yang berhasil dalam keadaan dirinya tak pernah sedia
untuk berhasil, kalau dia “berhasil” itu bukan keberhasilan tapi kebetulan saja.

Fro berjanji, “KALO FRO UDAH LAHIR NANTI, FRO GA AKAN PERNAH NGECEWAIN TEMAN LAGI SEPERTI FRO YANG DULU. INSYALLAH. AMIN.”

Hukum Yin & Yang

Kita membutuhkan rasa kesedihan, untuk haus akan rasa bahagia.
Boleh saja menjadi jahat, untuk melihat betapa hebatnya kebaikan.
Dari situasi gelaplah, kita bisa merasakan terangnya sedikit cahaya disekitar kita.
Ketika gelap pekat semuanya, butalah maknanya.
Ketika terang nan benderang, hanyalah putih yang berkuasa.
Hitam memang berarti buta,tapi putih saja tak berarti apa-apa.