Archive for Puisi dan Lirik Lagu

6 Bait Gelora

Rinduku pada tanah basah setelah hujan,
Keringnya bibir setelah berkhutbah,
Pada lukisan indah abstrak-abstrak makna,
Pada ukiran patung-patung kebijaksanan

Kupahat rasa percaya, dengan palu-palu pilu,
Seakan yakin berenang-renang dahulu,
Berucap bisu tengan yang gemetaran,
Seolah mengatakan, takkan ada yang ketepian.

Gemericik air di sungai-sungai,
Halusnya air terkenang sentuh,
Masihkah aku tetap membeku,
Seolah dunia tak pernah berpihak padaku.

Kucecar memar kotak kenangan,
Mencari jemari-jemari terkoyak,
Lukisan mimpi kan kukuas
Meski sakit takkan berjeda

Aku takut bermain rima,
Karna warna tak hanya dua
Kembali kusita harap-harap dunia
Layaknya remaja kehilangan tua

Aku cinta pada surat malam,
Yang menitipkan bunga-bunga kasih,
Kado bintang-bintang dan bulan,
Pengantar mimpi selama mimpi..

Terlalu Jauh

Belajarlah,
Dari mimpi dan realita
Percayalah,
Akan cita suatu masa
Takkan datang,
Jika hanya berdiam saja
::
Duduk, dan dengarkanlah
Akan ada suatu masa,
Dimana kita tak dapat bicara
Akan ada suatu masa,
Dimana aku tak dapat melindungimu lagi,
Akan tiba suatu masa,
Dimana bahagia dan cinta adalah beda
::
Perlahan, pergilah ke taman bunga
Petik yang paling indah
Perhatikan,
Ketika hati beresonansi
Cermati,
Ketika akal pikiran ditutup
Pikirkan,
Sesuatu hanya dari hati
::
Kebahagiaan tidak dari akal
Kebahagiaan kita emosi
Kebahagiaan kita belajar
Akan sesuatu yang nya indahnya
::
Perlahan, pergilah ke taman cinta
Akan ada banyak bidadari
Tidak cukup waktu memilih
Untukmu dia akan datang
Belajarlah akan cinta
Bukan hanya tuk diucapkan saja
::
Dan sampai nanti saatnya,
Ketika kita terlalu jauh tuk berjumpa
Ketika jasad tiada lagi berguna
Pastikan bahagia telah terkenang
Dan cinta telah menyatu bersama
Aku akan melepasmu dengan tenang

Biar Rindu Bernada

Kau selipkan bulir sepi
Atas nama bingkai malam
Dan sejuta buih rindu
::
Memilin perih yang tertunggu
Dan syahdu menikmatinya
Tertunggu kata rindu di pelupuk kalbu
::
Kau selipkan nada dalam catur dilema
Akan ada pelangi tanpa hujan
Akan ada matahari kala malam
::
Kata rindu,
Belari secepat kilat,
Untuk sampaikan padamu
Hakikat yang terkubur
Dan tak dapat dihibur
::
Memanggil panggil irama gundah
Suatu ketika bahagia tertawan
Kenapa??
Aku rindu dan kuselipkan melatidisitu

when nobody trust me!!

just let it go!!
cuz i always keep it!! inside my heart!!
though i ignore it!! believe me, i don’t like have friends,….
too many reason so i hurt them!!!
when THE FATE OF WILL fated me being individualism!!
Trust me that u won’t trusted me!!
It’s enough for me, cuz when u see me (like passed by), that’s more than enough…i love u all in my hatred!!

Isyarat Bathil

kuayunkan dalam bait cinta yang lapuk
pertanda dada kalimah jiwa peremuk
akankah mungkin suci kan kupeluk
dalam nista hina diri mengutuk
..
….
…..
hm, kutelusur remang kota kalbu
kiasan penghuni api penderu
lukisan asa nukilan biru…
sak sangka berwarna semu
dan Tuhan!! kembalikan padaku warna salju…
.!!!
!!!!!….
kutulis pelan perlahan panca Islam
dalam kasih putih yang tenggelam..
iya…
….
bathil nafas merongrong bisu
salamkan pada dunia yang kutipu
tak ayal tak ubah aku debu
ratapi kenanganku semakin memilu…!!!

Indah nian wajah pangeran!

Sang Pangeran..
Berjubah kelabu, ratapannya semu
Sang Pangeran..
Menghias malam dengan tangis, tapi tanpa air mata
Sang Pangeran..
Kuaskan senyum..di wajahnya lusuh, terdapat bautan lugu
Sang Pangeran..
Dalam hening malam, kau tutup segala keindahanmu
Sang Pangeran menunggu yang tak pantas ditunggu,,,tapi bagaimana lagi, ia tak punya pilihan
Ingatkah Pangeran?? Ketika Al Masih disalib?? Ketika Ali bin Abi Thalib disiksa?? Ketika itu semua terbayar lunaskah hutang…
Pangeranku..Pangeranku!!
Kau tutup hatimu dengan cadar kesedihan
Pangeran..oh Sang Pangeran!!
Jangan lupa..Cinta tak selamanya indah dikata..butuh siksa dimata untuk kemilau dijiwa…
Pangeran..Pangeranku!!
Indah nian wajah Pangeranku
Izinkan aku…@!!!??
Izinkan aku…@?!?!!@@
Aku mohon izinkan aku..
Mencium bibirmu yang membiru!!

Perkosa hatiku, Jika kau menemukannya!!

Silahkan rampas hatiku,
Jika itu memang inginmu..
Silahkan cumbu hatiku,
Jika itu kata nafsumu..
Silahkan remas hatiku,
Jika memang harus bagimu..
Tapi pastikan untukku,
Perkosa hatiku, jika kau menemukannya!!

Kado

Sudah ananda titipkan, kado ulang tahun untuk mama
Ananda titipkan, di bawah pohon cemara
Biar sang pohon menjaganya, membiarkannya hijau selamanya
Biar sang burung merawatnya, karna mereka kan bernyanyi ketika mama mengambilnya
Karna itu Cinta, itu Cinta
Sudah nanda titipkan, salam persahabatan untuk sahabat sekalian
Nanda titipkan pada penjaga mangkuk warna
Biar persahabatan kan selalu cerah meroma
Biar persahabatan tak risau oleh problema
Biarpun sahabat hanya sekali dan kalian khan menari dibawah pelangi
Karna itu..Cinta, itu Cinta
Sudah ananda titipkan, cincin firdaus untuk adinda
Terselip diantara tuts tuts piano disebuah aula kebahagiaan
Biarkan dia mainkan nada-nada bahagia
Biarkan dia mainkan orkestra nirwana
Karna dinda adalah segalanya dan biarkan cincin itu terselip diantara jemari yang halus
Karna itu…Cinta, ya…Cinta
Sudah hamba titipkan,
Mama yang menyanyi di lindungan cemara, Sahabat yang menari dibawah hujan pelangi,
Kekasih yang memainkan musik di aula bahagia,
Sekarang..biarkan aku mencari-Mu, mencari Cinta-Mu..
Di bawah pilar-pilar Al-Arsy!!!

Jangan Katakan

Tuhan bilang kau mencintaiku, tapi kenapa kau tinggalkan aku sendiri
Jangkan katakan kau membenciku, karna banyaknya tingkahku yang menyusahkanmu
Kau bilang kau mencintaiku, tapi biarkan Tuhan biarkan aku sedih sendiri
Jangan katakan Tuhan membenciku, karna sikapku yang acuh pada aturanMu
Kenapa harus kukatakan aku mencintaimu, ada saatnya kau harus sendiri
Jangan katakan kau tergantung padaku, karna kumanjakan dirimu selalu
Kenapa kau bilang Tuhan membencimu, ada saatnya coba harus teruji
Jangan kau bilang kau rindu padaku, karna telah putus kasih sayangku untukmu
Kenapa begitu, mengapa tak kau biarkan aku terlebih dahulu
Kenapa dirimu, mengapa Tuhan tak cabut saja nyawaku
Kenapa ini jadi takdirku, mengapa Tuhan tak berikan pada yang lainnya
Kenapa aku ini terasa sangat pilu, mengapa Tuhan tak berikan bahagia
Pantaskah hamba mengatur, sedangkan majikan menyapu
Pantaskah kehendak menjadi dua, sedangkan titah sang raja sungguh kelabu
Pantaskah takdir hendak dielak, sedangkan nyawa punya waktu
Pantaskah pelangi satu warna, sedangkan keindahan punya rahasia semu
Hendak kuterbang lagi, tapi apalah daya sayap yang patah sebelah
Ingin rasaku meloncat digenangan air hujan, tapi apalah daya anak kucing yang berdarah
Hendak kubalas cintamu, tapi apalah kuasa hati yang telah retak
Inginku berjumpa, tapi rindu pada yang telah pergi sungguh sakit teramat perih

Puisi Untuk Hari Ini!!

Jutaan partikel radiasi…
Milyaran titik saraf tak dapat terelaksasi…
Seribu angan buat tak bisa berdiri dari kompi…
Ya Allah, kuatkan hambamu ini agar menjadi muslim sejati…
Godaan seperti ini takkan jadi ironi…
Untuk cinta yang khan kupersembahkan hari ini…
Biarlah hardisk di kepala hamba ini memenuhi namaMu Ilahi Robbi!!


*sedikit hiperbol, tak apalah, lagi ga niat buat puisi, cuman pengen jadi rutinitas dalam Journey to be Sastra Prince–(tm)* hihihi….

« Previous entries