6 Bait Gelora
Rinduku pada tanah basah setelah hujan,
Keringnya bibir setelah berkhutbah,
Pada lukisan indah abstrak-abstrak makna,
Pada ukiran patung-patung kebijaksanan
Kupahat rasa percaya, dengan palu-palu pilu,
Seakan yakin berenang-renang dahulu,
Berucap bisu tengan yang gemetaran,
Seolah mengatakan, takkan ada yang ketepian.
Gemericik air di sungai-sungai,
Halusnya air terkenang sentuh,
Masihkah aku tetap membeku,
Seolah dunia tak pernah berpihak padaku.
Kucecar memar kotak kenangan,
Mencari jemari-jemari terkoyak,
Lukisan mimpi kan kukuas
Meski sakit takkan berjeda
Aku takut bermain rima,
Karna warna tak hanya dua
Kembali kusita harap-harap dunia
Layaknya remaja kehilangan tua
Aku cinta pada surat malam,
Yang menitipkan bunga-bunga kasih,
Kado bintang-bintang dan bulan,
Pengantar mimpi selama mimpi..